"Jika ingin sukses, belajarlah dari sejarah" (anonim). Begitulah nasihat yang sering diingatkan ke generasi muda supaya tetap ingat sejarah yang dialami generasi masa lalu agar menjadi bahan pertimbangan untuk melangkah ke depan dengan lebih baik. Kita memang perlu belajar dari pengalaman orang orang karena "pengalaman adalah guru yang terbaik".
Bahasa simpelnya, ya jangan sampai generasi yang baru justru mengulangi kesalahan yang sama seperti generasi terdahulu atau tidak membuat kemajuan atau perubahan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. "Tupai tak kan lompat di lubang yang sama".
Bila melihat terjemahan versi Wikipedia, sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia, yang berarti "penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian") adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Sedangkan, dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.
Setelah melihat pengertian sejarah tersebut, tentu kita semakin yakin pentingnya mempelajari dan mengajarkan sejarah kepada generasi saat ini dan yang akan datang. Terlebih bagi yang muslim, mempelajari sejarah Islam menjadi hal yang utama karena hal ini atakan menjadikan seorang muslim semakin kuat keimanannya pada Allah dan semakin dalam kecintaannya pada agamanya.
Sumber ilmu sejarah Islam juga bukan hal yang sulit untuk ditemui, umat muslim bisa mengkajinya secara lengkap dalam Al Quran dan hadis. Selain itu, saat ini sudah semakin banyak para ulama maupun ahli sejarah Islam yang mengekstrak isi Al Quran dalam buku-buku yang dikarangnya. Buku-buku tersebut juga saat ini sudah banyak diadaptasi ke bahasa anak-anak dalam bentuk cerita bergambar atau dibuat dalam bentuk film kartun. Bila sudah banyak kemudahan seperti ini, sudah tidak ada alasan lagi bagi para orang tua dan guru di sekolah untuk tidak mengajarkan sejarah Islam kepada anak-anak sejak dini.
Permasalahannya sekarang adalah bagaimana membuat sejarah menjadi hal yang menyenangkan untuk dipelajari bagi anak-anak. Orang tuanya yang harus lebih dahulu menunjukkan ketertarikannya pada sejarah sehingga anak-anaknya juga antusias mempelajarinya.
Mengajak anak-anak jalan jalan ke musium Islam juga jadi cara jitu dan menarik dalam mengajarkan sejarah Islam. Cobalah browsing di Google tempat-tempa bersejarah di daerahmu atau tanyalah dinas Pariwisata setempat. Orang tua juga bisa Membuat game-game yang mengandung konten sejarah sehingga anak-anak semakin tertarik belajar sejarah. Ajak pula anak-anak bedah buku biografi tokoh terkenal yang sukses sehingga anak semakin haus akan sejarah dan mau terus mempelajarinya sendiri.
Selamat belajar sejarah!
Home
»
Anak
»
Islam
»
Pendidikan
»
Sejarah
»
Shiroh
» Pentingnya Mengenalkan Sejarah pada Anak-Anak Kita
Thursday, 7 August 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment