Kita ikut mengapresiasi maksud baik dari pemerintah untuk mulai menerapkan ujian nasional secara online. Terlebih di zaman digital seperti saat ini, tentu proses pembelajaran juga perlu memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ditambah pula, alasan pemerintah menerapkan ujian nasional secara online ialah juga demi menghemat anggaran penggunaan kertas ujian.
Sejumlah sekolah sudah dinyatakan siap untuk melaksanakan ujian nasional secara online mulai tahun 2015 ini. Pemerintah akan menerapkan kebijakan ini di 862 sekolah di Indonesia. Sebagai gambaran, di Jawa Timur terdapat 198 sekolah yang akan mengikuti ujian nasional secara online. Sementara itu, Yogyakarta mengajukan 17 SMK yang turut diikutkan.
Sekolah-sekolah yang menjadi peserta ujian nasional online tersebut memang telah memiliki perangkat komputer dalam jumlah yang memadai dan tentunya terdapat sambungan internet di sekolahnya. Pemerintah menjadikan sejumlah sekolah yang sudah siap menerapkan kebijakan ini, sebagai sekolah percontohan dalam penerapan ujian nasional secara online.
Kebijakan ini memang cocok diterapkan di beberapa sekolah. Namun, kita tahu masih banyak sekolah khususnya yang berada di daerah perbatasan, yang sangat berbeda jauh kondisi pendidikannya dibanding yang di perkotaan. Mulai dari kuantitas dan kualitas guru yang kurang mencukupi, juga fasilitas pendidikan yang tak memadai. Kebijakan ini juga sulit jika hanya diterapkan di sekolah-sekolah yang siap saja. Adanya perbedaan sistem ujian tentu mempengaruhi siswa, guru, sekolah, dan sistem itu sendiri.
Bila kebijakan ini tetap diberlakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Tentunya akan menghabiskan banyak anggaran yang meliputi penyediaan jaringan internet di daerah terpencil, juga biaya penyediaan komputer, dan pelatihan bagi para guru dan petugas ujian.
Pemerintah sebaiknya lebih bijak dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran yang ada. Terlebih, fungsi ujian nasional itu sendiri sebagai alat pemetaan kondisi pendidikan, masih perlu dievaluasi. Baca: Ujian Nasional sebagai Alat Pemetaan, Efektifkah? Part 2 . Ditambah pula, bila pemerintah harus mengeluarkan anggaran besar demi pelaksanan ujian nasional online ini.
Para siswa dan guru di daerah perbatasan dan pelosok sangat mengharapkan pemerintah bisa memprioritaskan kebijakannya demi peningkatan kualitas pendidikan di sana. Program yang ada nyatanya masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan bagi pendidikan di pelosok. Karena itu, masyarakat sangat berharap pemerintah mau mengevaluasi kembali kebijakan yang sudah ada dan bisa lebih memprioritaskan untuk kemajuan pendidikan di daerah pelosok.
Saturday, 7 February 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment