Monday, 19 January 2015

Monday, January 19, 2015
Kemacetan di jalan raya membuat pelajar menjadi stres. Sudah menjadi aktivitas rutin setiap pagi, para pelajar berangkat ke sekolah melewati lalu lintas yang padat. Sangat disayangkan bila sejak awal berangkat saja, para pelajar harus merasakan suasana jalan raya yang macet.

Kondisi lalu lintas seperti itu tentu mempengaruhi suasana hati dan pikiran pelajar. Jalan yang macet menimbulkan penumpukan polusi yang membuat udara pagi menjadi terasa tak segar kembali. Tentu saja, kemacetan hanya membuang waktu yang ada. Padahal waktu yang dihabiskan bisa sampai 1 jam atau lebih selama menunggu kemacetan terurai.

Kegiatan belajar membutuhkan energi yang banyak dan pikiran yang jernih. Kemacetan di jalan raya membuang banyak energi dan mengganggu pikiran pelajar. Semangat dan konsentrasi belajar pun menjadi menurun. Memang banyak pelajar yang merasa sudah terbiasa dengan kemacetan. Namun bila pelajar tak mengalami kemacetan saat berangkat sekolah, tentu kondisi pelajar akan menjadi lebih baik. Waktu dan energi tak terbuang sia-sia, proses belajar pun menjadi lebih efektif.

Hal yang disayangkan pula, pelajar turut dianggap sebagai penyebab kemacetan. Ada pemerintah daerah yang mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah di hari tertentu, juga ada yg membuat lebih pagi jam masuk sekolah. Kebijakan itu dimaksudkan agar pelajar tak menambah kemacetan yg ada.

Padahal pelajar juga korban dari kemacetan yg ada, tetapi justru dianggap sumber kemacetan. Para pelajar tersebut juga sama seperti masyarakat umumnya yg memiliki hak utk mengakses jalan raya tanpa hambatan.

Kemacetan menjadi PR pemerintah utk bisa merumuskan solusi yg lebih efektif dalam mengatasinya. Sehingga masyarakat terutama pelajar tidak perlu dirugikan lagi karena masalah tersebut. Kegiatan belajar pun semakin kondusif.

0 comments:

Post a Comment